banner 728x250

Gempa Kuat Guncang Kepulauan Talaud, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

banner 120x600
banner 468x60

Molonguane, LintasAgamaNews.Com — Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang wilayah laut di sekitar Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 22.32 WIB atau sekitar pukul 23.32 WITA.

 

banner 325x300

Berdasarkan data awal BMKG, gempa memiliki magnitudo 7,1 dengan pusat gempa berada di laut, dekat Melonguane, Kepulauan Talaud, pada kedalaman sekitar 17 kilometer di bawah permukaan laut. Sementara itu, lembaga pemantau gempa internasional German Research Centre for Geosciences (GFZ) mencatat kekuatan gempa berada pada kisaran magnitudo 6,8.

 

BMKG menegaskan, meskipun episentrum gempa berada di laut dan berkekuatan besar, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Oleh karena itu, tidak ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan. Pernyataan tersebut disampaikan BMKG melalui kanal informasi resminya.

Baca Juga  Menyambut Natal, ASN BPBD Minut Gelar Ibadah Bersama

 

Getaran Terasa Luas di Sulawesi Utara dan Maluku Utara

 

Getaran gempa dilaporkan terasa cukup luas hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Warga di Tobelo, Kepulauan Sitaro, Ternate, Minahasa Utara, Bitung, hingga Morotai merasakan guncangan dengan intensitas berkisar MMI III hingga IV, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.

 

Sejumlah warga di Melonguane dan sekitarnya sempat keluar rumah untuk menghindari potensi bahaya, meskipun situasi secara umum dilaporkan tetap terkendali.

 

Belum Ada Laporan Korban dan Kerusakan

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama aparat terkait masih melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

 

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kepulauan Talaud dan daerah sekitarnya, untuk tetap tenang namun waspada, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan (aftershock), mengingat gempa bermagnitudo besar umumnya diikuti oleh aktivitas lanjutan.

Baca Juga  KLARIFIKASI PIHAK KELUARGA KORBAN TERKAIT AKSI UNJUK RASA MENGATASNAMAKAN KELUARGA DALAM KASUS DUGAAN PEMBUNUHAN OLEH OKNUM TNI AD

 

Wilayah Aktif Secara Seismik

 

Sebagai catatan, dalam beberapa hari terakhir wilayah Kepulauan Talaud memang tercatat mengalami serangkaian gempa bumi dengan magnitudo kecil hingga menengah (M3–M5). Kondisi ini menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan wilayah aktif secara tektonik, karena berada di zona pertemuan dan interaksi lempeng bumi.

 

BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi apabila terjadi perkembangan signifikan, serta mengimbau masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi BMKG dan tidak mudah terpancing isu atau informasi yang belum terverifikasi.

 

Ringkasan Fakta:

• Magnitudo gempa: M7,1 (BMKG) / M6,8 (GFZ)

• Lokasi: Laut dekat Melonguane, Kepulauan Talaud

• Kedalaman: ±17 km

Baca Juga  Warga Pendatang Diduga Gangguan Jiwa Mengamuk di Kuta, Diamuk Massa hingga Sekarat*

• Waktu kejadian: Sabtu malam, 10 Januari 2026

• Status tsunami: Tidak berpotensi tsunami

• Dampak: Getaran terasa luas, belum ada laporan korban atau kerusakan

 

Sumber:

BMKG, German Research Centre for Geosciences (GFZ)

 

Ferdinand Sahempa

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *