Sangihe, (Sulawesi Utara) Lintasagamanews.com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari S.E., M.M., didampingi Ketua TP PKK Ketua TP PKK Cherry Thungari Soeyoenus, menghadiri Pelantikan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berlangsung di Hotel Hayana, Tahuna, Kamis (14/05/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Komandan Lanal Tahuna Kapten Laut (S) Tawinto, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nasrudin, Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Utara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kepulauan Sangihe, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan bahwa amanah yang dipercayakan kepada pengurus baru Nasyiatul Aisyiyah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian kepada umat, daerah, serta bangsa.
Menurutnya, organisasi perempuan memiliki posisi penting dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk perempuan yang berkarakter, beriman, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Perempuan saat ini harus mulai mengambil peran yang lebih besar di tengah masyarakat. Kehadiran organisasi perempuan menjadi wadah yang tepat untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, hingga melatih kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan,” ujar Thungari.
Ia menilai perempuan memiliki kontribusi besar dalam membentuk kualitas keluarga dan masa depan generasi bangsa. Oleh sebab itu, perempuan yang memiliki pendidikan, wawasan, dan kecerdasan diyakini mampu memberikan pola asuh serta pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
“Ketika perempuan kuat, maka generasi berikutnya juga akan menjadi kuat. Anak-anak yang diasuh oleh perempuan-perempuan hebat dan cerdas akan tumbuh menjadi generasi yang baik, cerdas, dan berkarakter,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa organisasi perempuan bukan hanya menjadi tempat pengembangan diri, tetapi juga sarana melatih anggota agar terbiasa tampil di depan publik, menyusun program kerja, menjalankan kegiatan sosial, hingga memperkuat kemampuan kepemimpinan.
“Organisasi seperti ini merupakan wadah yang sangat baik bagi perempuan muda untuk mengembangkan diri, belajar berorganisasi, dan meningkatkan kemampuan di berbagai bidang,” tambahnya.
Thungari juga mengapresiasi keberhasilan perempuan dalam menjalankan berbagai program sosial dan organisasi yang selama ini memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat maupun kemajuan daerah. Ia menilai perempuan yang aktif dan cerdas akan semakin dihargai dan dihormati di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Ia berharap ke depan semakin banyak perempuan Sangihe yang tampil menjadi pemimpin di berbagai sektor, baik dalam dunia organisasi, pemerintahan, maupun politik. Menurutnya, peluang perempuan untuk menduduki posisi strategis saat ini semakin terbuka lebar.
“Kami optimistis perempuan memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin. Tinggal bagaimana kompetensi dan karakter terus ditingkatkan mulai dari sekarang,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Thungari berharap organisasi perempuan mampu melahirkan generasi muda yang lebih hebat, cerdas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial tinggi dalam menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, berbudaya, dan sejahtera.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi, namun harus dijadikan sebagai sarana memperkuat kebersamaan, bukan memicu perpecahan.
“Perbedaan adalah hal biasa dalam organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak tetap menjaga persatuan, saling menghargai, dan bersama-sama membangun organisasi agar semakin maju,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kepulauan Sangihe menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak sehingga pelantikan dan rapat kerja daerah dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Ia berharap momentum tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun program kerja organisasi yang lebih aktif dan menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
(Yosua Patras)

















