banner 728x250

Pesta Adat Tulude Desa Rinondoran 2026 Teguhkan Rasa Syukur, Persatuan, dan Nilai Kearifan Lokal

banner 120x600
banner 468x60

MINAHASA UTARA, LintasAgama.com-Pemerintah Desa Rinondoran bersama seluruh elemen masyarakat menggelar Pesta Adat Tulude Suku Nusa Utara sebagai ungkapan syukur atas penyertaan dan pemeliharaan Tuhan sepanjang tahun 2025 serta doa menyongsong tahun 2026. Kegiatan adat tahunan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Jaga 4, Desa Rinondoran, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, mulai pukul 13.00 WITA.

Pesta Adat Tulude merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Nusa Utara yang sarat nilai spiritual, sosial, dan budaya. Tahun ini, Tulude Desa Rinondoran mengusung pesan kebersamaan yang terangkum dalam makna: “Jika ingin perahu berlayar dengan tenang, mari kita dayung bersama.” Pesan tersebut mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab kolektif dalam membangun desa.

banner 325x300

Prosesi Adat dan Ibadah Syukur
Rangkaian acara diawali dengan ibadah syukur, sebagai wujud pengakuan iman dan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya dilaksanakan prosesi pemotongan kue adat (Tamo) yang menjadi inti dari Pesta Tulude. Prosesi ini melambangkan berakhirnya tahun lama, pembaruan hidup, serta pembagian berkat dan nasihat kebaikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Meski Sederhana Ibadah Ucapan Syukur HUT GPdI Eben Haezer Dendengan Luar Penuh dengan Sukacita

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, ucapan terima kasih, dan ditutup dengan ramah tamah, yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat.

Ketua Panitia: Tulude Bukan Sekadar Seremoni
Ketua Panitia Pesta Adat Tulude Desa Rinondoran 2026, Rudi V. Kasamu, S.M, menegaskan bahwa Tulude bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk menjaga identitas budaya dan memperkuat persatuan warga.

“Tulude adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga. Ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi tentang bagaimana kita bersyukur, saling menghormati, dan mempererat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Rudi Kasamu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan tertib, khidmat, dan penuh makna.

Baca Juga  Community Manguni 15 Berbagi Kasih dengan Yayasan Panti Asuhan Rapih

Peran Pemerintah Desa
Hukum Tua Desa Rinondoran, Daud Tamahiwu, SE, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pesta Adat Tulude menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, serta tanggung jawab sosial kepada generasi muda.

“Melalui Tulude, kita belajar bahwa membangun desa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kebersamaan, kekompakan, dan semangat saling menopang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Desa Rinondoran berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal.

Simbol Pelestarian Budaya Nusa Utara
Pesta Adat Tulude Desa Rinondoran 2026 menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya Nusa Utara tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar sejarah dan jati dirinya.

Baca Juga  Pemuda 18 Tahun Hilang Saat Memanah Ikan di Perairan Tabukan Utara

Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur, masyarakat Desa Rinondoran berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pesta Adat Tulude dapat terus diwariskan dan menjadi fondasi dalam membangun desa yang rukun, berdaya, dan bermartabat.

Ferdinand Sahempa

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *