Serang, Lintasagamanews.com — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten dalam rangka memimpin rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026. Rapat yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang itu, dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur transportasi menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri.
Dalam keterangannya kepada awak media, Dudy menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang tetap hadir mengikuti rapat meski dilaksanakan di tengah masa libur. Ia menilai komitmen tersebut menunjukkan keseriusan semua pihak dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Sekali lagi saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya karena di tengah libur tetap berkenan hadir dalam rapat pagi ini untuk persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, sebagaimana teman-teman media tahu, Banten menjadi salah satu titik krusial dalam angkutan Lebaran, khususnya menjelang hari raya. Dalam rapat ini kita harapkan penyelenggaraan berjalan lancar, koordinasi terjalin dengan baik” ujarnya.
Menurutnya, Banten menjadi salah satu wilayah yang sangat krusial dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Hal ini karena Banten merupakan pintu gerbang utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatra yang setiap tahunnya mengalami lonjakan arus kendaraan dan penumpang.
Ia menegaskan bahwa perhatian khusus perlu diberikan pada titik-titik kepadatan, terutama menjelang puncak arus mudik dan arus balik. Kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan jauh hari sebelum masa angkutan Lebaran dimulai. Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas sejumlah aspek teknis, mulai dari kesiapan pelabuhan, terminal, hingga manajemen dan rekayasa lalu lintas. Selain itu, penguatan sistem informasi kepada masyarakat juga menjadi salah satu fokus pembahasan.
Dudy menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan operator transportasi. Sinergi yang solid dinilai menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Angkutan Lebaran Tahun 2025 akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan di tahun 2026. Perbaikan dan penyempurnaan strategi akan terus dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya.

















